Pages

Selasa, 08 Maret 2016

TUGAS MATKUL: AKUNTANSI INTERNASIONAL (Tugas 1: Penerapan IFRS Pada PT Mustika Ratu, Tbk)



“PT Mustika Ratu, Tbk.”

Profil Sejarah dan Pendiri PT Mustika Ratu, Tbk
Pengusaha, Pakar Jamu sekaligus Doktor juga politikus dan pejuang kesetaraan gender, adalah beberapa atribut yang disandangkan padanya. Mooryati Soedibyo lengser dari kehidupan keraton untuk mengabdi pada suami dan keluarga. Lalu, dari garasi rumahnya, ia mulai melakukan keahlian yang telah diwariskan padanya; tradisi kesehatan dan kecantikan Jawa. Dengan modal 25 ribu produk tradisi ini telah membawanya kepuncak sukses hingga mancanegara.
PT. Mustika Ratu Tbk merupakan perusahaan nasional yang bergerak dalam industri pembuatan jamu, kosmetik dan bahan-bahan untuk perawatan kecantikan. Awal berdirinya perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia ini tidak lepas dari peran penting sang pendirinya, yakni puteri keturunan Keraton Surakarta DR. Hj. BRA Mooryati Soedibyo, S.S, M.Hum. Dengan membawa tradisi keluarga  yang telah berjalan selama bertahun-tahun akan keterampilan meramu bahan-bahan alami untuk dibuat jamu yang nantinya dibuat untuk perawatan kesehatan dan kecantikan. Warisan yang diterapkan tidak hanya untuk meramu bahan saja, namun keterampilan untuk memilih tumbuhan berkhasiat lainnya yang dulu masih menjadi monopoli bangsa asing.
Keterampilan yang didapat di keraton mulai dipraktikkannya saat BRA Mooryati telah menikah. Untuk mengisi waktu luangnya, dia memuat beberapa jenis jamu dan lulur yang kemudian dia bagikan secara cuma-cuma kepada istri teman sejawat suaminya. Bak gayung bersambut, banyak orang-orang yang suka akan jamu dan lulur buatannya, sehingga banyak yang mulai memesan jamu Komajaya, Komaratih, Lulur, Mangir, Parem lengkap, dan lain lain untuk persiapan pernikahan. Karena permintaan yang semakin meningkat membuat BRA Mooryati mulai untuk membuat produk dalam skala besar. Langkah ini mulai dilakukan pada tahun 1973. Tempatnya pun hanya dimulai dari garasi rumahnya yang hanya dibantu oleh dua orang pembantunya.
Tak butuh waktu yang lama bagi BRA mooryati untuk mengambangkan bisnisnya. Nyatanya dua tahun berselang berdirilah PT Mustika Ratu pada tahun 1975. Pada awal produksinya, Mustika Ratu hanya membuat 5 macam jamu, beberapa lulur dan kosmetik tradisional lain seperti  lulur, mangir, bedak dingin, dan air mawar. Namun penambahan varian produk dirasa perlu untuk memenuhi permintaan konsumen sejalan dengan penambahan karyawan pada tahun-tahun berikutnya. Produk-produk Mustika Ratu mulai didistribusikan ke toko-toko melalui salon-salon kecantikan yang meminta menjadi agen sejak tahun 1978 mulai dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Bandung, dan Medan.
Untuk memenuhi permintaan dari konsumen yang semakin meningkat, akhirnya pada tanggal 8 April 1981 diresmikan-lah pabrik PT Mustika Ratu oleh Menteri Kesehatan untuk kegiatan produksi yang semakin besar. Mustika Ratu nyatanya tidak hanya mampu memenuhi permintaan dari pasaran dalam negeri saja. Selangkah lebih maju, Mustika Ratu juga mulai melebarkan sayap bisnisnya hingga ke pasaran luar negeri. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor produk Mustika Ratu terbesar antara lain Malaysia, Brunei dan Singapura.


Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
Mustika Ratu menjelma menjadi perusahaan jamu dan kosmetik terbesar di Indonesia. Hal ini sejalan dengan pencatatan saham untuk pertama kalinya dalam jajaran nama perusahaan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 27 Juli 1995. Hingga saat ini Mustika Ratu telah mempekerjakan lebih dari 3000 orang karyawannya yang telah memproduksi banyak varian jamu dan kosmetik, di antaranya perawatan rambut (shampoo bayam, minyak cem-ceman, shampoo merang, rice straw shampoo, hibiscus leaf 2in1 shampoo, dll.), perawatan wajah (pembersih jeruk nipis, ketimun, sari sekar gambir, mawar, penyegar mawar merah, ketimun, dll.), perawatan badan (zaitun, pepaya, kopi body care, dlll.), tren warna 2012 Amuspa Buketan, dll., jamu beras kencur, kunir asam, dan masih banyak lagi produk jamu dan kosmetik lainnya.

Anak Perusahaan PT Mustika Ratu, Tbk
Selain itu Mustika Ratu juga telah menerima berbagai macam penghargaan, di antaranya "Indonesian Best Brand Platinum 2011" untuk Slimming Tea product 6 tahun berturut-turut (pada tahun 2006-2011) dari Majalah SWA dan MARS, "Indonesian Best Brand Award" untuk Bengkoang Roots Mask Product 3 tahun berturut-turut (pada tahun 2009-2011) dari Majalah SWA dan MARS, Bazaar Beauty Award" untuk Bengkoang Roots Mask Product (pada tahun 2009-2010) dari Majalah Harpers Bazaar, "Indonesian Best Packaging Award 2009" untuk  Mustika Ratu Bengkoang whitening Hand & Body Lotion dan Puteri Body Splash Cologne from Majalah SWA dan IBS, "Best CEO 2009" dari Warta Majalah Ekonomi,"Indonesia Best Original Product Award 2009" untuk Slimming Tea dari surat kabar Bisnis Indonesia,"Asia Pacific Entrepreneurship Award 2009" dari Asian Enterprise, "Go International Spa Award 2008" dari Indonesian Franchise Association, "Indonesian Best Herbal Medicine Award 2008" for Slimming Tea product dari Majalah SWA dan Brandmaker, "Health and Beauty Award 2008" untuk Best Herbal Slimming Tea dari Watsons-Malaysia, "Indonesian Most Admired Companies Award 2007" dari Majalah Business Week dan Frontier,  "Shawali Award" as Environmentally Friendly Businessman dari Indonesia Environmental Management dan Information Center, "Upakati Award" dalam mempertahankan obat-obat tradisional dari Presiden Republik Indonesia, Best of the Best Entrepreneur of the Year" dari Ernes & Young serta beberapa penghargaan lainnya.
Dan saat ini PT Mustika Ratu, Tbk dipimpin oleh Putri K Wardani sebagai Presiden Direktur. PT Mustika Ratu, Tbk senantiasa menjaga kualitas produk dan melahirkan berbagai inovasi, guna mengakomodir kebutuhan masyarakat. Perkembangan perusahaan yang stabil dibuktikan dengan PT Mustika Ratu, Tbk memiliki beberapa anak perusahaan. Memiliki anak perusahaan merupakan salah satu rencana jangka panjang yang dilakukan Grup Mustika Ratu guna melebarkan sayap ke bisnis industri.
            Anak perusahaan yang berada dinaungan PT Mustika Ratu, Tbk diantaranya :
Ø  PT Mustika Ratubuana International
Ø  PT Paras Cantik Kenanga
Ø  PT Mustika Ratu (M) Sdn. Bhd.
Ø  PT Mustika International Laboratories
Ø  PT Mustika Ratu Properties (M) Sdn. Bhd.

Jumlah Saham yang Beredar dari PT Mustika Ratu, Tbk
Perseroan memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Emisi Saham No.S-874/PM/95 pada tanggal 28 Juni 1995 dari Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal (Bapepam-LK) atas Pendaftaran Perseroan menawarkan 27 juta lembar saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga penawaran Rp 2.600 per saham melalui bursa efek di Indonesia. kelebihan harga jual saham atas nilai nominal saham telah dibukukan sebagai tambahan modal disetor.
Perseroan memperoleh persetujuan untuk mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 107.000.000 lembar saham di Bursa Efek Jakarta tanggal 27 Juli 1995 berdasarkan Surat Direksi PT Bursa Efek Jakarta NO . S-376/BEJ.1.2/VII/1995 pada tanggal 24 Juli 195.
Pada tahun 2002 perseroan melakukan pemecahan nilai nominal saham (Stock Split) dengan nilai nominal lama Rp 500 per lembar saham menjadi nilai nominal baru sebesar Rp 125 per lembar saham. Pemecahan nilai nominal saham tersebut telah diumumkan oleh PT Bursa Efek Jakarta melalui No.PENG-453/BEJ.EEM/08-2002 tanggal 1 Agustus 2002. Total saham beredar setelah dilakukan pemecahan nilai nominal menjadi sebesar 428.000.000 lembar saham, Desember 2014.

Penerapan IFRS (International Financial Reporting Standards) Dalam Pelaporan Keuangan PT Mustika Ratu, Tbk
IFRS kepanjangan International Financial Reporting Standards. IFRS mrupakan : Standar, Interpretasi & Kerangka Kerja dlm rangka Penyusunan & Penyajian Laporan Keuangan yang diadopsi oleh IASB International Accounting Standards Board. Sebelumnya IFRS ini lebih dikenal dengan nama International Accounting Standards (IAS). Di benua Amerika, hampir semua negara di Amerika Latin dan Kanada mengadopsi IFRS. Di Eropa, negara-negara selain Uni Eropa seperti Turki dan Rusia juga telah mengadopsi IFRS secara penuh. Negara2 Asia yang telah mengimplementasi IFRS : India (2011-2014),Indonesia(2012), Malaysia(2012),Korea(2012), (45)Jepang (2010-2015),Thailand (2011-2015). (46)Sedangkan negara-negara Australia, Hongkong dan Singapore sudah menerapkannya lebih 90 persen.(47)Sebagian besar negara anggota G20 juga merupakan pengadopsi IFRS.
Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas:
1. Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

Konvergensi Standar laporan ke Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) :
Penerapan International Financial Accounting Standard (IFRS) di Indonesia saat ini masih belum banyak dilakukan oleh kalangan ekomoni di Indonesia. Padahal penerapan IFRS dalam sistem akuntasi perusahaan akan menjadi salah satu tolak ukur yang menunjukkan kesiapan bangsa Indonesia bersaing di era perdagangan bebas.
IFRS saat ini menjadi topik hangat di kalangan ekonomi, khususnya di kalangan akuntan. IAI telah menetapkan tahun 2012 Indonesia sudah mengadopsi penuh IFRS, khusus untuk perbankan diharapkan tahun 2010. Tapi rupanya sampai sekarang masih kalang kabut, padahal Indonesia sudah mengacu pada IFRS ini sejak 1994.
Di indoensia sebenarnya sebagian perusahaan yang sudah mengacu pada IFRS, pengapdosian IFRS mestinya diikuti pula dengan pengapdosian standar pengauditan internasional. Standar pelaporan keuangan perusahaan tidak akan mendapatkan pengakuan tinggi, bila standar yang digunakan untuk pengauditan masih standar lokal.
Penyebab konvergensi standard pelaporan akuntansi ke IFRS
Indonesia telah memiliki sendiri standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Prinsip atau standar akuntansi yang secara umum dipakai di Indonesia tersebut lebih dikenal dengan nama Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). PSAK disusun dan dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia adalah organisasi profesi akuntan yang ada di Indonesia.
Dari revisi tahun 1994 IAI juga telah memutuskan untuk melakukan harmonisasi standar PSAK kepada International Financial Reporting Standard (IFRS). Selanjutnya harmonisasi tersebut diubah menjadi adopsi dan terakhir adopsi tersebut ditujukan dalam bentuk konvergensi terhadap International Financial Reporting Standard. Program konvergensi terhadap IFRS tersebut dilakukan oleh IAI dengan melakukan adopsi penuh terhadap standar internasional (IFRS dan IAS).
Dalam melakukan konvergensi IFRS, terdapat dua macam strategi adopsi, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan-tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara -negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara – negara berkembang seperti Indonesia.
Terdapat 3 tahapan dalam melakukan konvergensi IFRS di Indonesia, yaitu:
1. Tahap Adopsi (2008 – 2011), meliputi aktivitas dimana seluruh IFRS diadopsi ke PSAK, persiapan infrastruktur yang diperlukan, dan evaluasi terhadap PSAK yang berlaku.
2. Tahap Persiapan Akhir (2011), dalam tahap ini dilakukan penyelesaian terhadap persiapan infrastruktur yang diperlukan. Selanjutnya, dilakukan penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS.

3. Tahap Implementasi (2012), berhubungan dengan aktivitas penerapan PSAK IFRS secara bertahap. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap dampak penerapan PSAK secara komprehensif.
Indonesia menganut bentuk yang mengambil IFRS sebagai referensi dalam sistem akuntansinya. Program konvergensi IFRS ini dilakukan melalui tiga tahapan yakni tahap adopsi mulai 2008 sampai 2011 dengan persiapan akhir penyelesaian infrastruktur dan tahap implementasi pada 2012. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK –IAI) telah menetapkan roadmap. Pada tahun 2009, Indonesia belum mewajibkan perusahaan-perusahaan listing di BEI menggunakan sepenuhnya IFRS, melainkan masih mengacu kepada standar akuntansi keuangan nasional atau PSAK. Namun pada tahun 2010 bagi perusahaan yang memenuhi syarat, adopsi IFRS sangat dianjurkan. Sedangkan pada tahun 2012, Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan DSAK merencanakan untuk menyusun/merevisi PSAK agar secara material sesuai dengan IAS/IFRS versi 1 Januari 2009. Pemerintah dalam hal ini Bapepam-LK, Kementerian Keuangan sangat
mendukung program konvergensi PSAK ke IFRS.
Konvergensi PSAK ke IFRS memiliki manfaat sebagai berikut: Pertama, meningkatkan kualitas standar akuntansi keuangan (SAK). Kedua, mengurangi biaya SAK. Ketiga, meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan. Keempat, meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan. Kelima, meningkatkan transparansi keuangan. Keenam, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar modal. Ketujuh, meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.
Untuk melihat kepatuhan perusahaan di Indonesia dalam penyusunan laporan keuangan sesuai dengan IFRS, maka secara umum kalimat pernyataan dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut :
1.      Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
2.      Laporan keuangan konsolidasi telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
3.      a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian telah dimuat secara lengkap dan benar,
b. Laporan keuangan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan infomasi atau fakta material
4.      Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam Perusahaan dan entitas anak.
Termasuk juga dalam laporan keuangan PT Mustika Ratu, Tbk Tahun 2014 (Di bagian awal-surat pernyataan laporan auditor).
Itu artinya, laporan keuangan PT Mustika Ratu, Tbk Tahun 2014 sudah mengacu pada ketetapan IFRS.
Untuk melihat perubahan dan dampak dari penerapan IFRS, maka kita dapat melihatnya melalui Catatan Atas Laporan Keuangan, khususnya pada Kebijakan Akuntansinya.
PSAK yang direvisi dan ditujukan dalam rangka tujuan konvergensi PSAK terhadap IFRS adalah:
a.       PSAK 16 tentang Properti Investasi
b.      PSAK 16 tentang Aset Tetap
c.       PSAK 30 tentang Sewa
d.      PSAK 50 tentang Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan
e.       PSAK 55 tentang Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
Perbedaan mendasar laporan keuangan sebelum penerapan IFRS dan setelah penerapan IFRS yaitu:
1.      PSAK yang semula berdasarkan Historical Cost mengubah paradigmanya menjadi Fair Value based.
Terdapat kewajiban dalam pencatatan pembukuan mengenai penilaian kembali keakuratan berdasarkan nilai kini atas suatu aset, liabilitas dan ekuitas. Fair Value based mendominasi perubahan-perubahan di PSAK untuk konvergensi ke IFRS selain hal-hal lainnya. Sebagai contoh perlunya di lakukan penilaian kembali suatu aset, apakah terdapat penurunan nilai atas suatu aset pada suatu tanggal pelaporan. Hal ini untuk memberikan keakuratan atas suatuatas suatu laporan keuangan.
2.      PSAK yang semula lebih berdasarkan Rule Based berubah menjadi Prinsiple Based.
Rule based adalah manakala segala sesuatu menjadi jelas diatur batasan batasannya. Sebagai contoh adalah manakala sesuatu materiality ditentukan misalkan diatas 75% dianggap material dan ketentuan-ketentuan jelas lainnya.
IFRS menganut prinsip prinsiple based dimana yang diatur dalam PSAK update untuk mengadopsi IFRS adalah prinsip-prinsip yang dapat dijadikan bahan pertimbagan Akuntan / Management perusahaan sebagai dasar acuan untuk kebijakan akuntansi perusahaan.
3.      Pemutakhiran (Update) PSAK untuk memunculkan transparansi dimana laporan yang dikeluarkan untuk eksternal harus cukup memiliki kedekatan fakta dengan laporan internal. Pihak perusahaan harus mengeluarkan pengungkapan pengungkapan (disclosures) penting dan signifikan sehingga para pihak pembaca laporan yang dikeluarkan ke eksternal benar-benar dapat menganalisa perusahaan dengan fakta yang lebih baik.

Referensi :

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional

Nama        : Saraswati Diana        
Dosen       : Jessica Barus, SE.,MMSI.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI

0 komentar:

Posting Komentar